Analisis Geospasial
GIS dan produksi peta, baik statis maupun berbasis web untuk mendukung perencanaan operasional.
IMWG Indonesia adalah jejaring kolaborasi spesialis Information Management yang mendukung respons kemanusiaan saat aktivasi bencana — melalui data yang dapat dipakai, pemetaan, dan produk informasi yang ringkas serta tepat waktu.
IMWG Indonesia adalah jejaring kolaborasi para spesialis Information Management di Indonesia yang mendukung respons kemanusiaan saat terjadi aktivasi bencana. Fokus kami adalah mempercepat pengambilan keputusan operasional di lapangan.
Kami menerjemahkan kebutuhan operasional menjadi tugas-tugas terukur yang dikerjakan secara terdistribusi oleh kontributor dengan keahlian yang relevan — dari analisis geospasial hingga produksi produk informasi.
GIS dan produksi peta, baik statis maupun berbasis web untuk mendukung perencanaan operasional.
Dashboard, infografis, dan ringkasan satu halaman yang mudah dipahami para pengambil keputusan.
Perancangan formulir, pengumpulan data lapangan, dan pengelolaan data hasil koleksi.
Assessment dan analisis kebutuhan (ENA) untuk mendukung perencanaan respons.
Menyatukan data lintas sumber serta memperkuat standar dan metadata.
Output yang ringkas dan tepat waktu — dari peta krisis hingga sitrep multi-klaster.
Bukan sekadar laporan akhir — data adalah medium untuk mempercepat pemahaman bersama antar aktor respons.
Bukan hanya bahan presentasi — peta adalah ruang kerja bersama untuk mengidentifikasi gap dan koordinasi cakupan.
Saat aktivasi, IMWG Indonesia membantu menerjemahkan kebutuhan operasional menjadi tugas-tugas terukur (micro-tasks) yang bisa dikerjakan secara terdistribusi oleh kontributor dengan keahlian yang relevan.
Aktivasi respons yang sedang berjalan. Papan tugas operasional berisi kebutuhan IM aktif dari tim lapangan — dari permintaan peta, analisis cakupan, hingga produksi infografis respons.
Template organisasi dan profil IMWG Indonesia untuk aktivasi baru.
Setiap tugas IM ditulis dengan format: apa · tujuan · hasil · format · prioritas · deadline · sumber data · requester.
Kontributor memilih tugas sesuai label: gis, data, mdc, infographic, qa-qc.
Kanal komunikasi terpisah per aktivasi (mis. SENYAR-25) memastikan arsip dan konteks tetap rapi untuk rujukan pada aktivasi-aktivasi berikutnya. Jejak keputusan tidak hilang saat operasi ditutup.
Kebutuhan operasional dibuat sebagai issue dengan format jelas: apa, tujuan, hasil, format, prioritas, deadline, sumber data, dan requester.
Koordinasi dan diskusi teknis dilakukan per topik menggunakan thread. Link tugas di-post di thread untuk memudahkan jejak keputusan antara diskusi dan pekerjaan nyata.
Setiap produk dan dataset mencantumkan sumber datanya secara eksplisit. Pengguna bisa menelusuri dan memverifikasi.
Titik waktu data diambil atau diperbarui selalu ditulis — agar tidak terjadi salah interpretasi ketika situasi berubah cepat.
Tingkat keyakinan dicantumkan agar pengguna tahu seberapa kuat data bisa menopang keputusan yang akan diambil.
Data personal dan sensitif tidak dibagikan pada output publik. Kontak untuk verifikasi disimpan terbatas sesuai consent dan kebijakan yang disepakati.
Keanggotaan dan akses ke papan tugas serta ruang diskusi bersifat melalui undangan. Hubungi koordinator aktivasi untuk detail onboarding.