IMWG Blog

Information Saves Lives

Pemutusan Kontrak dan Hibah USAID: Dampak pada Proyek Global

Pekan ini, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mengumumkan penghentian sekitar 230 kontrak dan hibah dengan total nilai mencapai $7,5 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap 800 kontrak dan hibah yang sedang dipertimbangkan untuk dibatalkan, mencakup berbagai sektor seperti perubahan iklim, kesehatan masyarakat, hingga pembangunan ekonomi.

Pada hari Rabu, seorang hakim federal memutuskan bahwa pemerintah harus menangguhkan sementara upaya untuk menghentikan, menangguhkan, atau mengeluarkan perintah penghentian kerja pada kontrak dan hibah yang telah ada sebelum pelantikan Presiden Trump. Keputusan ini menempatkan status akhir dari penghentian tersebut dalam ketidakpastian, di tengah perdebatan yang sedang berlangsung di Washington mengenai masa depan bantuan luar negeri.

Berdasarkan daftar kontrak yang dihentikan yang diajukan ke pengadilan, nilai total kontrak dan hibah yang dibatalkan mencapai $7,5 miliar. Selain itu, terdapat dampak tambahan sebesar $500 juta pada subkontrak dan $600 juta pada subhibah yang terkait dengan penghentian ini. Sebagian besar kontrak ini memiliki durasi antara tiga hingga delapan tahun, dan banyak yang sudah hampir selesai, termasuk proyek-proyek yang dimulai pada masa pemerintahan Trump sebelumnya.

Pada tahun fiskal 2024, total dana yang telah dialokasikan untuk kontrak yang dihentikan mencapai $826 juta, atau sekitar 11% dari total kewajiban kontraktor USAID sebesar $7,3 miliar. Sementara itu, hibah yang dihentikan memiliki nilai alokasi sebesar $320 juta, sekitar 2% dari total kewajiban hibah USAID sebesar $18,5 miliar pada tahun yang sama.

Penghentian ini memengaruhi berbagai proyek di seluruh dunia, termasuk inisiatif untuk adaptasi perubahan iklim, penguatan sistem kesehatan, dan pembangunan ekonomi. Beberapa proyek besar yang dihentikan meliputi:

  • Proyek Adaptasi Iklim Global oleh Chemonics International senilai $251 juta di AS.
  • Reformasi Sektor Keuangan Ukraina oleh DAI Global senilai $93 juta.
  • Peningkatan Akses Listrik di Nigeria oleh Tetra Tech Es senilai $83 juta.
  • Program Literasi di Kenya oleh Education Development Center senilai $79 juta.

Selain itu, hibah besar seperti penguatan sistem kesehatan di Madagaskar senilai $115 juta dan peningkatan hasil pendidikan dasar di Lebanon senilai $93 juta juga termasuk dalam daftar penghentian.

Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional, terutama di negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada bantuan USAID untuk mendukung pembangunan dan stabilitas. Dengan litigasi yang masih berlangsung, pemerintahan Trump diperkirakan akan mengeluarkan lebih banyak penghentian kontrak dalam beberapa minggu mendatang, yang dapat memperluas dampak dari keputusan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *